Seperti biasa, tiap sore jadwalnya anak-anak bersepeda dan main sore di luar rumah. Sementara aku menyapu halaman dan menyiran bunga dan rumput (xixixi.... banyakan rumputnya !) , sambil mengawasi mereka bermain. Aku mungkin tipe ibu yang terlalu khawatir sama anak-anak, jadi sebelum aku siap keluar rumah mereka kularang bermain di luar tanpa pengawasanku. Jika tiba main sore tepatnya jam 5 teng anak-anak berteriak "Maaa...main sore !!! Ketika kubuka pintu, serentak berteriak lebih keras "Hore...sepedahan..!!!
Vicra & Hazel menggowes sepeda nya dengan semangat sambil balapan. Alhasil aku kerap mengingatkan mereka untuk hati-hati. Hazel tiba-tiba berhenti bersepeda, ia tertarik dengan seekor anak kucing yang digendong temannya, Raffka. Kulihat Raffka mengajak Hazel bermain bersama anak kucing itu sambil duduk-duduk di pinggir jalan. Anak kucing itu pasrah, dielus, diangkat, upssss....dan ditarik-tarik ekornya. Aku menghampiri mereka sambil berkata, " Anak kucingnya disayang aja ya, jangan ditarik-tarik ekornya ! Kasian kan masih bayi..."
Sesaat mereka seperti menuruti perkataanku. Tak lama kemudian, Raffka mengambil dot berisi susu dan langsung diberikan pada anak kucing itu. Aku tersenyum. Ternyata mereka sayang juga sama kucingnya.
Tapi....tiba-tiba, si mbak memanggil Raffka... "Raffka, sini mana dot susunya ? Renji mau mimi susu !" teriak si mbak dari dalam rumah. Uuuupssss... ternyata itu dot adiknya yang masih berumur 3 bulan!!! Raffka pun tak kalah menyahut," Buat kucingku aja khan sama kaya Renji masih bayi !" Huaahhh... aku langsung kasih tahu si mbak nya kalau dot sudah dimiiin ke kucing.. Wualah...anak-anak salah tangkap perkataanku tadi....
HOW R U??????
3 minggu yang lalu

0 komentar:
Poskan Komentar