Kamis, 27 November 2008

Penuh Cerita Della

Satu minggu yang lalu, anakku Vicra, tak seperti biasanya, pulang sekolah terlihat tersenyum-senyum malu. Biasanya kalau turun dari mobil jemputan selalu ngucek-ngucek mata ketiduran. Aku heran juga. Tapi aku sambut seperti biasa dengan senyuman, tapi dalam hati aku berpikir pasti ada sesuatu.
Benar juga, setelah ganti baru dan bersih-bersih badan (seka), saat mau makan siang dia mulai bercerita dengan malu-malu. "Ma, tadi aku diginiin Della," katanya sambil memperagaan sun jauh dengan tangan. Aku tertegun, tak menyangka kalau kegembiraannya ternyata dari Della. "Kok Della begitu, emang kenapa ?" tanyaku pura-pura tidak mengerti. "Iya dong, kan si Della artinye seneng sama aku," jawab Vicra sambil tertawa. Aku hanya membelalakan mata, kembali pura-pura kaget membuat Vicra lebih tertawa terkekeh-kekeh.

Lima hari yang lalu, ketika makan siang juga, Vicra bercerita lagi. "Ma, tadi aku nyamperin Della lho pas istirahat maen, tapi Della nya kabur !" . 'Lho kenapa kabu ?" tanyaku heran. "Iya, aku nyamperin dia sambil nyanyi I love U Bibeh (lagunya grup band Changcuter yang lagi in), " jawab Vicra. Seperti biasanya aku kembali dibuat kaget.

Empat hari yang lalu, saat nonton Laptop Si Unyil, Vicra cerita lagi. "Ma, tadi aku diserbu Andis, Melvin sama Firhan," ujar Vicra. Aku kaget beneran dan bertanya, "Emang kaka maen berantem-beranteman ya ? " tanyaku. "Bukan , aku sama Daffa sama Agil ngejar Della ke kelasnya, terus di kelasnya ada Andis sama Melvin sama Firhan, terus aku "diserbu" deh," urai Vicra. Menurutnya diserbu itu artinya saling memukul. Aku tentu saja menasehati tidak boleh berbuat seperti itu. Vicra pun berdalih kalau ia langsung kabur ngumpet dibalik badan Bu Guru. Aku menghela nafas, lagi-lagi tentang Della. Esoknya aku telepon Bu Inay wali kelas Vicra minta tolong agar anak-anak jangan sampai bermain berantem pukul-pukulan.

Dua hari yang lalu, ketika mau tidur siang, Vicra cerita lagi. "Tadi pagi ya, waktu aku di mobil jemputan, aku sama Andis ngobrolin si Della dong," Vicra memulai cerita. Aku bertanya apa yang mereka obrolkan. Ternyata mereka berkhayal Andis jadi tentara yang menyelamatkan Della dari penjahat kemudian Vicra & Andis berteman , Della tak lama diculik kembali dan Vicra menyelamatkannya naik Mobil Balap Heyman (kesukaannya sama mobil mainan memang luar biasa, pada umur 2 tahun sudah hafal lambang-lambang merk mobil dan bercita-cita jadi pembalap). Aku hanya tersenyum dan seperti biasa mendengarkan cerita-ceritanya sepulang sekolah.

Sabtu, 15 November 2008

Panjang Langkah

Kalau dalam bahasa Sunda, panjang langkah = panjang lengkah, artinya kurang lebih bebas untuk beraktifitas atau bergerak tanpa ada yang manghalangi. Biasanya hal itu menyertai ucapan : Kalau laki-laki itu panjang lengkah beda dengan perempuan .

Dalam masyarakat kita peran laki-laki & perempuan menurut ilmu sosiologi yang pernah saya pelajari masih menganut "teori nature". Artinya peran antara laki-laki sebagai kepala rumah tangga, yang mencari nafkah, dan peran perempuan sebagai ibu rumah tangga terbentuk dari alam (atau dari sononya begitu :). Sehingga dalam masyarakat kita akan aneh rasanya bila peran itu dibalik. Laki-laki yang di rumah mengurus keluarga, perempuan yang bekerja di luar rumah mencari nafkah. Maka seringlah kita dengar paribasa Sunda : "Lalaki mah panjang lengkah "

Sebenarnya paribasa tersebut sudah lama tidak saya dengar. Saya teringat kembali ketika Pemilihan RT di lingkungan rumah. Sebagian besar warga lebih senang kalau yang jadi RT itu Bapak - Bapak bukan Ibu - Ibu karena katanya : "Ya kalau bapak - bapak kan gagah, dan panjang langkah" .....:)

Seni Bergembira

Dari buku La Tahsan : Kehidupan dunia ini sebenarnya tidak berhak membuat kita bermuran durja, pesimistis dan lemah sangat. Sebuah syair mengatakan :

Hukum kematian manusia masih terus berlaku,
karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi.
Adakalanya seorang manusia menjadi penyampai berita,
dan esok hari tiba-tiba menjadi bagian dari suatu berita,
ia dicipta sebagai makhluk yang senantiasa galau nan gelisah,
sedang engkau mengharap selalu dami nan tenteram.

Wahai orang yang ingin selalu melawan tabiat,
engkau mengharap percikan api dari genangan air.
Kala engkau berharap yang mustahil terwujud,
engkau telah membangun harapan di bibir jurang yang curam
...........

Jumat, 14 November 2008

Rasaku Untuk Hazel


Sayang tentunya, tapi sepertinya dia lebih mandiri. Punya watak yang cukup keras sehingga aku harus lebih ekstra lahir bathin.

Cerdas yang tak disangka seringkali membuat takjub. Banyak hal yang dia pelajari sendiri & meniru dari orang-orang di rumah, terutama kakaknya :)


Rasaku untuk Vicra

Aku sayang sekali & aura dirinya seringkali membuatku terlupa bahwa ia adalah titipan, amanah yang harus aku jaga, bukan aku miliki

Aku seringkali merasa takut kehilangannya, sehingga membuatku waswas setiap kali dia terjatuh atau terluka. Aku lupa bahwa yang kuasa menjaganya senantisa.



Aku hanya ingin melihatnya menjadi anak sholeh.
Panjangkanlah umurku & dia agar aku dapat membimbingnya atas bimbinganMu.
Cukupkan & luaskanlah rezekinya serta berilah kesehatan.
Amin..

Anugrah


Suatu hari hujan turun sangat deras, Vicra minta aku bacain doa melihat hujan & mendengar petir. Aku asli banget ga hafal itu doa. Untungnya ada buku kumpulan doa. Segera saja kubaca & kuhafal doa itu. "Mama belum hafal ya doanya ? Sama dong sama Kaka, " katanya. Aku mengangguk, dalam hati aku malu juga neh sama anak :) Lain waktu, dia minta aku bacain doa memakai pakaian & bercermin. Lagi-lagi aku ga hafal. Kembali aku baca & hafalkan doa itu.. Akhirnya karena sering diminta Vicra untuk baca doa-doa harian, aku jadi berusaha lebih banyak lagi belajar hal-hal lain dalam urusan beribadah..


Subhanallah, anak memang anugrah bagiku. Ia membuatku tersadar betapa selama ini aku sangat lalai akan hal-hal yang sudah seyogyanya aku harus lakukan. Aku seperti terpacu untuk terus belajar. Anak bagiku juga guru dalam melatih kesabaran. Terimakasih Nak, telah mengingatkan Mama.

Rabu, 12 November 2008

Berbagi "PRT"

Sudah menjadi hal yang biasa kalo abis lebaran setiap rumah "krisis pembantu". Itu juga dialami oleh ibu-ibu di tempat tinggal saya. Mereka sibuk mencari info kalau - kalau ada tetangga, sodara, tante yang punya "stock pembantu". Mau ambil dari yayasan saat abis lebaran "biaya tebus" nya mahal banget & kurang nyaman. Beruntung saya dah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah "solo karir" sejak setahun lalu (tentunya dibantu-bantu dikit sama suami hehe). ..

Tapi rupanya ibu-ibu itu tak kurang akal. Mereka dengan toleransi tinggi rela berbagi pembantu dengan tetangganya. Jadi usai mengerjakan di satu rumah, "sang penolong keluarga " itu beralih ke rumah lain mengerjakan tugas yang sama. Hingga batas maksimum kekuatannya cukup untuk 3 rumah saja (wualah gempor juga ya mba...). Tapi "sang penolong keluarga" ini dengan suka cita mengerjakannya karena dia dapet penghasilan berlipat..

Rupanya ada juga hal - hal yang "ga asik" berbagi pembantu ini. Salah satunya gosip keluarga paling mutakhir bisa sampai ke rumah tetangga. Si mba ini suka cerita apa aja tentang majikannya ke majikan yang dia ikuti kerja. Wualah wualah mba..mba...

Suatu hari si mba ini bingung saat menyetrika lingerie si ibu, karena ketiga majikannya memiliki lingerie yang sama dalam jumlah buanyak... "Lho Bu, kok sama sih ?"tanya si mba "Lha memang saya jualan kok mba , mereka beli sama saya. Tuh lihat di kardus itu !" jawab si ibu.
Si mba terpana sambil melihat tumpukan lingerie dalam kardus.....